Kasus Penembakan di Puncak Jaya
Mantan OPM: Pakaian Hijau Punya Kepentingan di Papua
Kamis, 12 April 2012 | 16:46
Kamis, 12 April 2012 | 16:46
Mantan tokoh OPM Nicolas Meset [SP/Robert Isidorus Vanwi]
Berita Terkait
- Puncak Jaya Memanas, Anggota TNI Ditembak, Senjatanya Dirampas
- Gedung Perkantoran di Tolikara Terbakar
- Korban Kerusuhan Wamena Serma Bambang Dimakamkan
- Ulah Pemabuk Bikin Wamena Rusuh, Serma Bambang Jadi Korban
- Elvis Tabuni Nyatakan Penangkapan Dirinya Tak Berdasar
[JAYAPURA] Terjadinya sejumlah aksi penembakan yang terus-menerus di Puncak Jaya sejak 2004 hingga mengakibatkan 30 orang tewas dan puluhan luka-luka, dituding dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) dan kerap didalangi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Namun menurut mantan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicolas Meset adalah pembohongan kepada masyarakat karena ada pihak-pihak berkepentingan dibalik semua itu. Nicolas Meset berjuang diluar negeri 39 tahun untuk menuntut Papua Merdeka. Ia baru kembali setelah 4 tahun ke Indonesia.
" Sebagai mantan penggerak OPM Nicolas Meset mengharapkan agar jangan lagi ada pihak yang memakai nama OPM untuk kepentingan pribadi.Masyarakat yang ada di hutan sana tidak tahu pakai senjata. Jangan tipu dan korbankan orang Papua, sekarang OPM itu Orang Papua Membangun, Orang Papua Mandiri,"ujarnya.
Ditegaskan, Puncak Jaya jangan ada orang-orang yang punya kepentingan mengkambing hitamkan OPM. " Jangan pakai nama orang yang ada di hutan sana untuk kepentingan mereka,” kata Nicolas Meset kepada wartawan di Lapangan Merdeka Sarmi, Kamis (12/4) siang.
Menurutnya, jika terjadi penembakan atau pembunuhan disana jangan salahkan OPM."Itu orang yang dipakai oleh aparat untuk mengacau. Atau dipakai orang lain untuk kepentingan mereka.
Kata dia. Untuk itu pemerintah harus mengambil keputusan tegas, jika perlu Menkopolhukam harus tegaskan kepada Pangdam dan semua aparatnya agar tidak lagi mengkambing hitamkan orang lain.
“Saya yakin pemerintah tidak serius dalam mengurus membangun Papua kedepan. Setelah 39 tahun saya menetang pemerintah Indonesia dan saya baru empat tahun di kembali ke Indonesia. Jadi jangan pemerintah pusat setengah-setengah kepada kami orang Papua. Meski rambut keriting, kulit hitam namun kami juga bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dikatakannya, sekarang yang perlu lihat kedepan, bagaimana membangun Papua agar aman dan damai. Karena ia yakin ada pembiaran atas terjadinya sejumlah aksi penembakan di Puncak Jaya selama ini.
“Saya yakin itu ada. Ini memang ada pembiaran. Saya sudah bilang bahwa pakaian ‘hijau’ yang ada punya kepentingan di tanah Papua ini. Jadi kita ini orang Papua kadang-kadang dicap kambing hitam. Saya ini mantan OPM jadi saya bisa bicara kuat, namun kalau orang lain yang bicara mereka ditangkap. Jika ada pihak yang tidak setuju dengan saya, saya bisa keluar negeri dan bicara kepada pers disana. Tapi saya tidak mau karena saya tahu masalah Papua ini sudah selesai. Marilah kita bangun Papua ini dengan hati yang jujur dan komitmen yang kuat,” tegas Nicolas Meset.[154]
Namun menurut mantan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicolas Meset adalah pembohongan kepada masyarakat karena ada pihak-pihak berkepentingan dibalik semua itu. Nicolas Meset berjuang diluar negeri 39 tahun untuk menuntut Papua Merdeka. Ia baru kembali setelah 4 tahun ke Indonesia.
" Sebagai mantan penggerak OPM Nicolas Meset mengharapkan agar jangan lagi ada pihak yang memakai nama OPM untuk kepentingan pribadi.Masyarakat yang ada di hutan sana tidak tahu pakai senjata. Jangan tipu dan korbankan orang Papua, sekarang OPM itu Orang Papua Membangun, Orang Papua Mandiri,"ujarnya.
Ditegaskan, Puncak Jaya jangan ada orang-orang yang punya kepentingan mengkambing hitamkan OPM. " Jangan pakai nama orang yang ada di hutan sana untuk kepentingan mereka,” kata Nicolas Meset kepada wartawan di Lapangan Merdeka Sarmi, Kamis (12/4) siang.
Menurutnya, jika terjadi penembakan atau pembunuhan disana jangan salahkan OPM."Itu orang yang dipakai oleh aparat untuk mengacau. Atau dipakai orang lain untuk kepentingan mereka.
Kata dia. Untuk itu pemerintah harus mengambil keputusan tegas, jika perlu Menkopolhukam harus tegaskan kepada Pangdam dan semua aparatnya agar tidak lagi mengkambing hitamkan orang lain.
“Saya yakin pemerintah tidak serius dalam mengurus membangun Papua kedepan. Setelah 39 tahun saya menetang pemerintah Indonesia dan saya baru empat tahun di kembali ke Indonesia. Jadi jangan pemerintah pusat setengah-setengah kepada kami orang Papua. Meski rambut keriting, kulit hitam namun kami juga bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dikatakannya, sekarang yang perlu lihat kedepan, bagaimana membangun Papua agar aman dan damai. Karena ia yakin ada pembiaran atas terjadinya sejumlah aksi penembakan di Puncak Jaya selama ini.
“Saya yakin itu ada. Ini memang ada pembiaran. Saya sudah bilang bahwa pakaian ‘hijau’ yang ada punya kepentingan di tanah Papua ini. Jadi kita ini orang Papua kadang-kadang dicap kambing hitam. Saya ini mantan OPM jadi saya bisa bicara kuat, namun kalau orang lain yang bicara mereka ditangkap. Jika ada pihak yang tidak setuju dengan saya, saya bisa keluar negeri dan bicara kepada pers disana. Tapi saya tidak mau karena saya tahu masalah Papua ini sudah selesai. Marilah kita bangun Papua ini dengan hati yang jujur dan komitmen yang kuat,” tegas Nicolas Meset.[154]
SUDAH TAU MODEL NICKOLAS YOUWE AND MESET MAU KSH MAKN ANAK ISTRI TO,JD ABUNAWAS DENGAN IBLIS DULU .
BalasHapus