Papua - Amnesty Internasional merilis laporan tentang HAM dan kebebasan berekspresi di Indonesia 2012. Salah satu yang disorot adalah kekerasan aparat keamanan di Papua yang masih kerap terjadi.
“Pasukan keamanan di Indonesia terus menerus menghadapi tuduhan penyiksaan atau perlakuan buruk terhadap tahanan, terutama aktivis damai politik di daerah yang memiliki sejarah gerakan pro-kemerdekaan seperti Papua dan Maluku. Tapi, ironisnya tidak pernah ada Investigasi independen terhadap tuduhan-tuduhan itu,”ujar Josef Roy Benedict juru kampanye Amnesty Internasional untuk Indonesia, melalui pesan elektroniknya kepada Bintang Papua, Kamis (24/5).
Lanjutnya, khusus untuk Papua, kekerasan dan penyiksaan terhadap warga sipil masih terus berlangsung. “ Januari 2011, tiga anggota militer yang terekam dalam video menendangi dan secara verbal menganiaya warga Papua dijatuhi hukuman oleh pengadilan militer sebesar delapan hingga sepuluh bulan penjara, karena mengabaikan perintah. Ironisnya, seorang pejabat senior pemerintah Indonesia menyebutnya hanya penganiayaan tersebut sebagai “pelanggaran kecil” ungkap dia.
Penggunaan kekuatan secara berlebihan juga terus terjadi di Papua. “Bulan April tahun yang sama, kata dia,Polisi di Papua menembak Dominokus Auwe di dada dan kepala, membunuhnya, serta melukai dua orang lain di depan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Moanemani. Ketiga orang tersebut mendatangi kantor polisi secara damai untuk menanyakan uang yang disita oleh polisi dari Dominokus Auwe sebelumnya hari itu,”paparnya. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar