TNI, POLRI dan Badan Intelijen Negara yang selalu memberikan perlindungan terhadap Kelompok Orang Terlatih untuk melakukan kekerasan dan penembakan yang di Tanah Papua.
Kita lihat saja, penembakan OTK terhadap Warga Jerman, Dr. Dietmar Pieper di Pantai Base G Jayapura tertanggal 29 Mei 2012. Letak TKP, Pantai Base G di Jayapura ini bukan terjadi di hutan atau suatu pantai yang jauh dari pos polisi Dok IX Jayapura. Semua orang yang sudah membaca dan mengerti tentang perlakukan TNI, POLRI dan BIN dari keterangan saksi, isterinya Dietmar yang dipublikasikan ELSHAM Papua itu. Masyarakat Internasional juga sudah mulai melihat dari berbagai cara Jakarta atas kebijakan presiden Indonesia, SBY untuk menghabiskan Orang Asli Papua dan menggagalkan perjuangan Papua Merdeka dengan maksud dan tujuan agar hasil kekayaan alam yang terkandung di Papua akan dinikmari oleh Orang Indonesia setelah Orang Asli Papua dimusnahkan. Seluruh negara-negara anggota Dewan HAM PBB ikut mengerti dan melihat langsung atas pembohongan publik yang disampaikan oleh MENLU Indonesia Dr. Marty di Sidang Dewan HAM PBB di Jeneva 23 Mei 2012 yang lalu.
Presiden Republik Indonesia, SBY dituntut membuka diri untuk mau berdialog antara Jakarta dan Orang Asli Papua yang akan dimediasi pihak ketiga pada kesempatan pertama. Sudah saatnya, kinerja TNI, POLRI dan BIN yang dipimpin oleh Presiden Indonesia, SBY dapat dilihat dan diujinya akibat terjadinya pelanggaran berat HAM yang dilakukannya di Tanah Papua sejak 1 Mei 1963 hingga 8 Juni 2012 yang tak kunjung habis ini.
Stracky yally
Aktivis Papua Merdeka in Numbay
west papua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar