Paniai Mencekam, TNI/Polri Sedang Intimidasi Rakyat Sipil
KNPBnews - Paska TPN.OPM tembak mati salah satu Brimob tadi pagi di Enarotali Paniai (21/8), gabungan TNI dan Polri sedang melakukan aksi balas dendam secara membabi buta terhadap warga sipil yang tak bersalah. Pasien-pasien dalam Rumah Sakit Madii diusir Polisi, wartawan dilarang meliput, serta penangkapan liar, pengrusakan rumah-rumah warga yang dicurigai sedang berlangsung.Menurut pantauan langsung crew KNPBnews di Enarotali, sejak siang hingga malam, operasi pengejaran terhadap Gerilyawan TPN.OPM dilakukan. Tidak berhasil menemukan jejak TPN.OPM, aparat gabungan TNI.Polri di tadi siang melakukan pengrusakan fasilitas Rumah Sakit, mengusir pasien-pasien yang sedang dirawat.
Semantar itu, rumah ketua KNPB wilayah Paniai, Habel Nawipa dirusak serta anak dan istrinya dikejar. Motor milik salah satu keluarga dirumahnya dibakar Polisi.
Habel Nawipa, yang kini merupakan Wakil Ketua Parlemen Nasional dari wilayah Meepago saat dihubungi KNPBnews membenarkan kejadian ini. “Kenapa saya dikaitkan dengan aksi penembakan yang dilakukan TPN.OPM. Saya bukan anggota TPN, saya adalah wakil ketua Parlemen wilayah Meepago serta Ketua KNPB wilayah Paniai, sehingga kami tidak melakukan aksi penembakan karena kami berjuang secara damai di kota”, tegasnya.
Sampai malam ini, kondisi Paniai darurat. Warga terlihat was-was dengan tindakan kebrutalan TNI Polri. Warga lain mengungsi ke hutan-hutan, Warga takut dengan adanya rencana pembakaran rumah-rumah warga oleh TNI Polri malam ini.
Sementara itu, beberapa warga melihat aparat TNI.Polri menangkap beberapa penduduk di sekitar Madi dan sekitarnya.
Juru Bicara TPN.OPM Makodab IV Paniai, Leo Yeimo membenarkan bahwa pasukannya dibawa pimpinan Gadei Nawipa telah menembak mati Brimob. Wartawan Tempo Interaktif melangsir komentar Leo Yeimo, “Anggota kami tembak satu TNI (polisi), senjatanya kami rampas,” kata Leo Yeimo, Selasa siang.
Ia mengatakan pasukan Divisi II Makodam Pemka IV Paniai sudah masuk Kota Enarotali. “Kami siap serbu. Sudah masuk, silakan saja TNI kejar, kita hadapi,” ujarnya.
OPM, kata dia, ingin menggagalkan peringatan kemerdekaan Indonesia, meski sudah lewat beberapa hari. “Tujuannya masih sama, kami mau bukan Merah Putih, tapi Bintang Kejora,” katanya. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar