Written By umagi papua on Monday, September 17, 2012 | 12:45 AM
Ketika
Musa (Mako) Tabuni, Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di
tembak mati, Ketua Umum Buctar Tabuni berada di dalam tahanan. Buctar
tidak pernah menyaksikan mayat saudaranya hingga masuk ke liang kubur.
Sekalipun
Buctar tidak hadir dan tak pernah melihat mayat kolega perjuangannya,
namun doa Buctar menyertai Musa Tabuni. Melalui akun facebooknya,
buchtar.tabuni@facebook.com, Buchtar menuliskan
doa buat kolega sekaligus saudaranya itu, Jumat 13/9.
"Sahabat
karibku! Aku tahu Kau telah pergi untuk selamanya, tanpa seijin ALLAH
yang berhak mencabut nyawamu, namun Aku pesan kepadamu. Jangan pernah,
Kau ikut bawa pergi jiwa dan semangat perLAWANan kepada musuhmu yang
adalah musuhku dan musuh kita bersama.
Tinggalkanlah
jiwa dan semangat perLAWANanmu bersama kami, supaya kami tetap dan terus
berjuang untuk membebaskan masa depan negeri dan anak cucu kita, agar
masa depan negeri dan anak cucu kita tidak boleh di jajah lagi. Seperti
kita di jajah hari ini.
Sahabat
karibku! Kepergianmu membuat jiwaku sakit, sedih dan tergetar marah.
Andai saja kau pergi, lalu 1 tahun kemudian kau harus kembali untuk
menemuiku, saat itu juga aku harus memukulmu sebagai tanda untuk
melepaskan jiwa ragaku yang sedang sakit dan bergejolak ini. Namun
karena kau telah pergi untuk selamanya di alam baka sana, maka yang
harus ku lakukan adalah aku harus jatuh tersungkur di hadirat TUHAN
YESUS, lalu memohon penghiburan jiwaku yang sedang bergejolak karena
kepergianmu.
Sahabat
karibku! Aku janji. Aku akan terus berjuang bersama Kebenaran KRISTUS
buat pembebasan negeri dan masa depan anak cucu kita. Semoga ada waktu
TUAHAN yang indah buat kemerdekaan bangsa kita, sebagai tanda pembalasan
kepada musuhmu yang adalah musuhku dan musuh kita bersama. Dan saat itu
juga kita akan katakan: Perjuangan melawan kolonial NKRI dari tanah
perjanjian, Papua Barat telah selesai dan selamat jalan penjara tuaku
NKRI.
Editor: (Jubi/Mawel)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar